<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://draft.blogger.com/navbar/5604202750397790729?origin\x3dhttp://klarisastime.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Klarisa’s Time…
It’s all about my life and my extraordinary experience
i said, your eyes are
the brightest of all the colours.




you'll always be my thunder,
so bring on the rain.


your voice,
was the soundtrack of my summer.
I Wanna Go Out


Mungkin tulisan saya kali ini terdengar emosional.

Apa ya? It's been almost 4 years since I joined FFn.

Saya pengen keluar dari FFn. Alasannya karena saya udah capek. Bukannya capek nulis, tapi ada satu api di diri saya yang selalu nyuruh saya untuk keluar dari sana. Alasan lainnya, saya pengen coba hidup bener.

Kalau boleh dibilang, FFn itu terlalu nyaman. Iya, nyaman banget. People will accept your ff even though it's not good enough. Itu ngebuat saya berada di zona nyaman. Terlalu nyaman sampai-sampai membuat saya merasa tinggi hati.

Terus belum lagi masalah FF rate M. Hell. saya belom resmi 18 tahun. Seharusnya saya belom boleh baca rate M. Sayangnya author favorit saya nulis rate M dan FF dia keren-keren. -_- Harus saya akui, FF keren kebanyakan rate M.

Masalah yang ngebuat saya ingin hengkang dari FFn adalah plagiarism. Sebelum pindah ke Screenplays, alasan saya keluar dari FNI adalah karena plagiat juga. FF saya diplagiat oleh bocah 99liner yang labil. Heck. Saya masih inget banget bagaimana dia marah-marah ke saya karena FF nya saya kritik kemudian saya menemukan dia nge-plagiat FF saya -_-.

Ironi.

Makanya mulai pindah ke Screenplay saya merasa tidak menjadi diri saya sendiri. Saya lebih banyak menjadi silent reader (ghost kalau kata author lain). Maka dari itu saya nggak pernah maksa-maksa amat orang-orang yang baca FF saya untuk review. Ya... kalau di chap sebelumnya review, saya mengharapkan mereka untuk review lagi di chap yang baru update. Saya cuma takut, kalau saya salah bicara saya akan dicap sok pinter lagi. Lagian kalau dilihat-lihat K-popper juga banyak yang labil--termasuk saya--dan juga masih terlalu muda untuk mendapat kritik dari saya.

Bukan berarti kritik saya pedas. Saya rasa saya nggak pernah pakai kata-kata kasar kalau ngasih kritik. Saya hanya takut, karena emosi mereka yang masih mengambang mereka akan menilai saya buruk. Jadi saya memilih diam dan pergi dari FF dia kalau memang FF dia nggak terselamatkan (?).

Dan masalah baru yang saya hadapi adalah.... ijin. Saya nggak tahu harus mengelompokkan ini dalam plagiarism atau tidak. Dia ijin ke saya untuk re-post, saya belom setuju dan bahkan saya baru liat permintaan ijinnya itu. Tapi waktu saya liat akun jejaring sosial dia, ternyata udah di-re-post.

Saya bisa bilang apa?

Kalau saya cerita ke orang tua, mereka hanya akan megnanggap masalah ini sebagai masalah anak kecil karena mereka nggak ngebuat dan nggak ngerasain. Karena itu saya sering takut kalau mau publish FF di fanfiction.net. Takut diplagiat.

Masalah lain lagi. Kualitas FF semakin menurun. Bukannya mau sombong, tapi ini kenyataan. Ide mereka keren, hanya saja penyampaiannya yang kurang menarik hati saya. Bahkan kalau saya baca summary-nya kebanyakan saya lewatin. Saya jadi merasa sangat bersalah karena menilai suatu FF dari jumlah reviewnya.

Tapi kalau nggak dari sana, bagaimana saya bisa memilih FF mana yang saya baca?

Dan terakhir, masalah waktu.

Sekolah saya luar biasa sibuknya. Pergi jam 6, balik jam setengah empat, ditambah ulangan yang datangnya kaya hujan (rame-rame). Memang masih banyak sekolah yang lebih sibuk dari saya, tapi perlu diketahui bahwa nilai saya semester 2 ini menurun drastis. Ranking saya juga ikut-ikutan terjun payung. Kalau begini terus, saya nggak bisa ikut SMPTN, kan? Memang sih prioritas saya bukan Univ Negeri.

Saya ingin mencoba keluar dari zona nyaman saya. Kalau memang Tuhan menghendaki saya untuk menjadi penulis, so that's my path.

Sebelum di FFn saya sudah senang membuat cerita. Tapi kemudian cerita-cerita saya hanya mengendap di laptop usang papa saya. Bagi saya, 4 tahun di FFn adalah waktu pembelajaran yang cukup untuk bisa mengerti cara menulis yang benar, etika dalam membuat karya, serta keinginan reader. Membuat saya lebih menghargai karya orang lain.

Di atas langit masih ada langit. Saya sadar itu.

Tulisan saya belum sebagus Kira Desuke, Mysticahime, Blackpapillon, Aprochief, Lynn Hatake, maupun Eclair Oh. Saya masih dalam proses pengembangan diri. Dan diri kalian tidak mungkin berkembang kalau terus-terusan berada di dalam zona nyaman.

Saya harus keluar dari zona saya.

Saya harus bisa menemukan standar-standar nyata keinginan orang-orang. Bukan hanya para penggemar K-pop, tapi juga orang-orang umum yang senang membaca tapi tidak mengetahui adanya situs-situs seperti FFn ataupun AFF.

Belum lama ini saya bergabung dengan tim first reader GagasMedia. Saya menjadi tim penilai naskah-naskah yang akan terbit. Dari sana saya menemukan pemikiran-pemikiran pembaca.

Menjadi penulis bukan hanya menyalurkan emosi sendiri, tapi bagaimana caranya membuat pembaca terbuat masuk dalam cerita tanpa membuat cerita itu terasa berlebihan. Orang-orang nggak suka pemeran yang terlalu sempurna. Itu nggak manusiawi. Orang-orang nggak suka alur yang bertele-tele. Kurang lebih itu yang saya pelajari.

Dan tahu tidak kenapa saya menanyakan bila mana salah satu FF saya ada yang saya hapus?

Itu karena salah satu FF saya ada yang saya kirim ke penerbit untuk saya uji coba--dan kalau memang memenuhi syarat mereka, saya berharap FF saya akan dibukukan. Kalau kalian repost FF yang ternyata akan saya kirim ke penerbit, yah.... saya nggak tahu juga akan saya apakan FF itu.

Yang jelas, FF yang saya kirim ke penerbit bukan dalam bentuk FF. Saya sudah merubah nama-nama tiap karakter dan pasti akan mudah sekali ketebak bagi orang-orang yang sudah membaca FF tersebut. Ditambah dengan perubahan alur yang saya rasa mengganjal.

Jangan berharap saya membukukan FF saya begitu saja. EXO, SuJu, SHINee, atau apapun itu mereka ada yang punya--dalam kasus ini SM Entertainment. Atas ide-ide brilian orang-orang dibalik kesuksesan mereka, mereka bisa menjadi bintang yang bersinar. Tentu saja tidak etis kalau saya mengambil keuntungan dari kerja keras mereka--anyway, bisa kena tuntut, lho, kalau mereka tahu. Lagi pula, berapa besar pasar yang akan membeli novel fanfic dibandingkan novel umum?

Tolong hargai keputusan saya.

Saya akan tetap melanjutkan FF Screenplays yang sudah terlanjur saya publish dan mempublish FF KrAy, request pertama dan terakhir yang saya terima.

Bukan berarti saya benar-benar berhenti dari FFn. Kalian pasti tahu bagaimana rasanya bila tiba-tiba langsung berhenti dari FFn. Saya akan tetap hidup, entah itu di dunia maya ataupun di real life nantinya.

Dan kalau mau tanya-tanya, mention twitter saya selalu terbuka. Maaf-maaf saja kalau saya tidak meng-accept kalian di facebook saya. Ada 251 friend requests di sana. Saya jadi merasa tidak punya privasi. Atau kalau mau tanya-tanya, Ask.fm (@klarisacha) saya selalu nyala, begitu pula email ymail saya.

Saya akan mencoba keluar pelan-pelan.

Label: ,